2012/12/28

ALHAMDULILLAH!

AAAAAAH!!!!! ALHAMDULILLAAAAAAH BLOG KEMBALI! HAHAHAHAHAHA
YA AMPUN SENENG NYA BERASA PUNYA PACAR LAGI HAHAHAHAHA! oke maaf, ini norak.

Tapi seriusan kangen nulis nulis ngeshare ngeshare apapun disini, di blog sampah tercinta ini..ah love you so much
ga kerasa 4 bulanan ya ga mampir kesini, pantes berasa ada yang kurang gitu.. seperti sayur tanpa garam, laut tanpa air, udara tanpa oksigen dan aku tanpa kamu...( hii iya ini lebay)
udah lama ga cerita cerita lagi huhhh banyak bgt hal yg terlewatkaaaan

next post yaaa mau share yang terlewatkan'~ elaah kaya lagu aja-_-
abis ini gue mau FOTO BUAT E-KTP duluuu ya, maklum udah 17 tahunnnnn hihihi
oke see ya :)) (kaya ada yg baca aja)



SALAM SAYANG BADAI CETAR MEMBAHANA MEMBABI BUTA,
PEVITA PEARCH.

2012/04/08

GoodDay




"There's only one way to happiness and that is to cease worrying about
things which are beyond the powerfull
of our will." 




Cer-pen (Ingga-Rio)

H
ari  mulai gelap, detik demi detik menyaksikan kembalinya sang jingga keperaduan, menghantarkan sejuta lukisan indah sore itu. Angin senja semakin merasuk, jauh dalam kalbu, membuat Ingga terusik dari pandangan mata langit sore dan berjalan kembali pulang setelah matahari benar-benar hilang dari penglihatan.

Ingga... ya, namanya Ingga.

Sejak sore itu Ingga benar-benar karam, dilema, gelisah, gundah gulana dan... ah, semuanya. Ia tak tahu harus melakukan apa jika yang sedang ia fikirkan ini benar-benar harus di hadapi sendiri. Ia yakin tak akan mampu. Tapi apalah daya, semua sudah di depan mata.........

Kemudian hp Ingga berbunyi, tanda panggilan masuk.

“Halo”, angkat Ingga.
“Halo ga”, balas suara di seberang sana.
“Iya yo, gimana?”,
“Ga, kita ketemu di taman belakang kota sekarang ya”,
“Hm iya, bentar lagi otw,”
“Sip hati-hati ya”,
“Iya”.

Deg!! Jantung Ingga seakan ada yang memukuli nya kuat-kuat. Iya berusaha berhenti berfikir keras dan tetap tenang. “Keep calm ga..keep calm!”, batinnya.
Diambilnya kardigen merah marun kesayangannya, lalu bergegas kebawah dan mengambil kunci mobil.

“Bi, aku keluar sebentar ya”,
“Iya non”.

Beberapa menit kemudian jazz merah milik Ingga sudah keluar dari garasi dan melesat ke arah utara, menuju taman belakang kota.
**
Setelah diparkir mobilnya, Ingga celingak celinguk memandang sekitar, berharap Rio yang menelponnya tadi sudah ada ditempat. Rio adalah pacarnya Ingga yang saat ini duduk dikelas 12. Mereka terpaut usia 2 tahun, Ingga lebih muda darinya.

Nihil! Ternyata Rio beluym ada di tempat. Wajar... keluh hati Ingga, Rio memang selalu ngaret. Ingga berjalan ke ujung taman ini, tempat biasa ia duduk bersama Rio dan melihat keramaian kota dari tempat ini. Semua terlihat kecil, karena tempat ini berada di permukaan tinggi, semacam perbukitan. Indah, sejuk, angin sepoy-sepoy selalu menghampiri tempat ini. Ya! Tempat yang strategis.

Jam menunjukkan angka  4:47 sore, Ingga telah menunggu selama 20 menit.
Bisu. Kembali Ingga teringat akan yang difikirkannya keras-keras sebelum berangkat tadi. Apa yang akan disampaikan Rio ketika sudah disini nanti? Apakah kabar baik, atau.. kabar buruk? Ah.. bukan kabar buruk, itu sebenarnya kabar baik yang hanya saja Ingga belum siap menerimanya menjadi kabar baik. Tapi, bagaimana jika ia memang harus dipaksa siap menerima kabar itu? Ah, entahlah. Ingga hanya bisa menerka-nerka untuk saat ini. Ia kembali menikmati udara yang di hirupnya perlahan sebagai tanda penuh harapan. Kembali menikmati deru angin yang menggerak-gerakkan rambut se-bahu-nya itu sejak tadi.

“DORRR!!”
Ingga tersentak kaget, dilihatnya kebelakang dan didapati Rio yang mengenakan  kaus putih saat itu tengah memegangi badannya yang hampir jatuh karena kaget tadi.

“Ihh Rio suka gitu ih! Kalo aku antungan gimana? Hah?!”, omel Ingga
“Ya kalo kamu jantungan aku bersedia kok kasih jantung aku,” gombal Rio sambil cengar cengir
“Ah resek! Gombal wuuuu!”, kata Ingga sambil mencibir
“Kalo gak gombal, gak cinta! Hahaha”, kata Rio sampai hampir tertawa lebar
“Kamu tuh ya..ih!”, Ingga manyun sambil memukuli bahu Rio
“Eh iya iya ampun ampun”.

Suasana kembali hening, Rio duduk disebelah Ingga menghadap kecilnya kota dari kejauhan. Mereka larut dalam buaian angin sepoy-sepoy sore itu.

“Eh iya yo, hasilnya udah keluar?”, kata Ingga memecah keheningan.
Rio menoleh ke arah Ingga sejenak kemudian kembali menghadap kota.
“Udah ga”, jawab Rio lirih
“Ng.. terus? Gimana?”, tanya Ingga penasaran
“Aku.. a..a..ak...aku...”, bata Rio
“Kamu lolos ngga?”, tanya Ingga semakin penasaran
“Aku... AKU LOLOS! INGGAAAA AKU LOLOSSS! HAHAHAHA”, sekejap tawa Rio memecah. Dia terlalu gembira setelah berhasil mendapatkan beasiswa untuk kuliah kedokteran di Amerika. Ini adalah impiannya dari kecil. Perjuangannya untuk selalu menduduki paralel 1 program IPA disekolahnya ini tidak sia-sia. Tapi... tak tahukah Rio tentang perasaan Ingga saat ini?

“Yang bener?”, Ingga mencoba berucap.
“Iya ga, aku seneeeeeeeng banget!”, kata Rio sambil merangkul Ingga.
“Oh iya iya, selamat deh”, kata Ingga sebenarnya kecewa.

Inilah yang ia tidak ingin dengar dari Rio. Ingga benar-benar harus dipaksa untuk menerima itu menjadi kabar baik. Seharusnya ia turut senang karena ini impian Rio dan segera menjadi nyata. Tapi di sisi lain, berat! Sungguh berat. Rio akan kuliah diluar negeri dan ini jelas tidak mudah. Kurang lebih 4 tahun dia tidak akan bertemu Rio lagi. Bukan waktu yang sebentar. Bagaimana Ingga harus mengubur dalam-dalam rindunya nanti.
Mereka memang baru menjalani pacaran selama 4 bulan, tapi sungguh untuk berpisah begitu sulit. Canda, tawa, sedih, tangis bersama yang mereka rasain  selama 4 bulan itu nggak bakal bisa dirasain lagi untuk 4 tahun kedepan. Tak ada lagi Rio yang selalu menelponnya mendadak, tak ada lagi tunggu untuk Rio yang selalu ngaret, tak ada lagi Rio yang menyediakan sejuta gombalan ketika mereka bertemu, tak ada lagi Rio yang selalu bilang “nanti aku kasih jantung aku”, tak ada lagi Rio yang saat ini duduk di samping Ingga.. di tempat ini, tak ada lagi Rio yang merangkul nya seperti saat sekarang ini.
 Mata Ingga berkaca.

“Kamu kenapa?”, tanya Rio
Kaku, Ingga tak menjawab. Dia tak ingin jadi orang munafik yang sok sok tegar, kuat, dalam keadaan seperti ini. Dia hanya mengikuti apa yang hatinya sedang rasakan.
“Ingga..”, Rio memegang wajah Ingga
“Yo, aku gak mau pisah sama kamu”, air bening di pelupuk tak dapat di bendung lagi, perlahan turun dan membasahi pipi Ingga.
“Ingga, aku kesana untuk belajar. Untuk masa depan. Untuk kamu juga. Tolong jangan buat aku semakin berat karena keadaan kamu sekarang. Aku sayang sama kamu, aku bakal jaga itu. Kamu tinggal kasih kepercayaan sama semangat aja buat aku disana nanti”, Rio semakin meyakinkan Ingga. “Ga, denger gue. Raga kita emang berpisah, tapi hati kita enggak”.
“Aku sayang banget ga sama kamu”, lirih Ingga akhirnya.
“Iya aku juga, lebih dari apa yang kamu rasain ke aku. Ini emang berat, tapi aku janji setelah 4 tahun nanti aku pulang dan nemuin kamu lagi, disini.. di tempat ini. Aku janji..”.
Dekap hangat Rio kini membuat tangisan Ingga semakin terasa dalam. Ntahlah, kenapa air mata Ingga belum juga reda. Jauh dalam lubuk hatinya masih bersanggah. Ini bukan masalah janji, tapi hati....

*abis*

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gimana cerpen gue? Kasi komen ya abis baca, terus komentarin aja kurang nya apa. Dan semoga tidak 'hawe' ini cerpen bakal gue kembangin jadiin novel huahahaha amiiiin =)) Thank for reading, guys!!
                                                                                                                                                     

2012/03/19

Jatuh Senja

Senja menguak, diam dalam bisu
Hanya pantulan sisa sinar matahari terdiam dalam dekapan
Menerobos celah mata dan memaksa memandang
Jingga.. aku mendekapmu
Pantulan itu berusaha menerobos kulit dan menembusnya
Ayal! aku jatuh dalam dekapan jingga
Kehangatan senja yang tak pernah kurasa
Sore ini memang berbeda
Dekapan itu seakan membuat ku lebih jatuh
Jauh dari sebelumnya..
Sorot mata tajam yang seakan menantangku
Goresannya tetap melekuk indah di langit sendu itu
Menanti hingga pijar kuning berpangku molekan jingga itu benar-benar hilang perlahan
Pantulan hangat itu pun semakin bisu
Hingga ia kembali dan menyadari
Aku jatuh cinta, senja..


IAM 18/3

2012/03/18

"....memenuhi seluruh langit barat"

Jingga dan Senja..
Yah, itu lah buku yang gue baca. Terbitan Januari 2011 tapi itu cetakan yang ke-tiga.  Cetakan ke-dua Mei  2010, yang pertama gue nggak tau kapan tepatnya. Yang jelas ini buku udah lama terus baru gue baca. Dan parah nya ini buku pinjeman  dari temen ehehehe..

Ya emang gue nggak suka beli, enakan minjem. Bukan apaaa, gue nggak bisa nyimpan buku baik pelajaran atau novel dan sejenisnya. Soalnya kalo seekor buku di tangan gue..terus tuh buku umurnya baru seminggu,pasti cover nya udah rusak parah. Bener-bener nggak bisa jaga buku gue. Liat aja buku pelajaran yang di wajibkan punya sama guru, itu kayak bener-bener bukan cewek yang punya, huft.

Oke, gue bukan mau bahas itu sebenarnya -_- balik lagi! Jingga dan Senja.. Dari judul nya biasa-biasa aja sih, tapi setelah gue baca... WAW!!!! Tetep biasa aja. Ng..
Engga, menurut gue itu buku bagus banget eh, bagus doang sih. Cuma sayang, rasa penasaran gue tak terbalaskan, rasanya tuh kayak lo suka sama orang tapi orang itu ngotot gak mau sama lo. Terus lo kayak gimana? Sakit hatikan? Nyesekkan? Yappp! Itu yang gue rasain setelah baca ini buku. Masa kelam si Ari, gimana Angga, penyebab Tari nangis, kenapa Ata sama Ari sodara kembar, terus ujungnya Tari milih siapa, kenapa bbm mau naik, salah gue apa, jodoh gue siapa... Itu nggak terjawab. Setdah! Bener bener penasaran sama apa yang selanjutnya terjadi. Di akhir cerita di buku itu cuma bertuliskan titik titik panjang kayak gini nih “.........................” supaya orang-orang penasaran kali ya? Jadi pengen nulis lanjutannya. Ntar ujung nya Ari sama Angga mati bunuh-bunuhan gara-gara rebutin gue, terus si Tari frustasi lalu bunuh diri dan akhirnya gue hidup bahagia bersama Ata. Udah, selesaikan? Jadi ngga penasaran lagi. Asli dah ini cerita bener bikin gue penasaran (biasa aja sih), salut.

Eh tapi ga tau ya kalo si penulisnya (Esti Kinasih) ini bener bikin lanjutan nya atau emang dia udah bikin terus gue nya aja yang emang selalu ketinggalan terus nggak tau, yaa bisa jadi. Tapi kayaknya emang engga deh, gak ada tuh ciri-ciri tulisan yang menuliskan kalo dia bakal nyambung cerita itu. Musnah deh harapan seorang gadis kecil yang rapuh tanpa sayap (baca: gue).

Yaudah sih ngga masalah, toh emang dari tadi maksud gue bukan itu. Dan, sebenarnya yang pengen gue bilang.........daritadi itu...................................sejak baca......................buku itu.......................... gue....................jadi............. jadi suka senja!! Tulisan di buku itu membuat mata sama hati gue terbuka tentang senja. Memang ngga terlalu menarik, tapi bagi gue menarik.

“Senja itu indah, tempat matahari menuju bulatan bumi yang lain. Dalam kemegahannya, warna jingga memenuhi seluruh langit barat, dewa utama orang-orang Mesir kuno itu pulang keperaduan.”

Itu kutipan yang di buku Jingga dan Senja terus gue tambah-tambahin hehe. Makin jelek ya? Emang gue ngga bakat bikin kata-kata bagus hahaha. Mulai siang tadi abis selesai baca buku ini, gue ngubek-ngubek internet, nyari kata-kata bagus yang berhubungan sama senja, jingga dan matahari ini. Dan.. gue buka satu persatu situs yang nunjukin adanya kata-kata ini. Terus!! Gue nemu situs ini  http://yoanmareta.blogspot.com/2012/01/bocoran-lengkap-jingga-untuk-matahari.html. Thanks!!!!!!!!!!!! Setidaknya gue tau kalau dia (Esti) udah nulis lanjutan tentang senja senja itu dan 2012 bakal diterbitin. Sumpah ya, pertanyaan gue yg baru beberapa menit gue tulis barusan (paragraf atas) udah langsung ke jawab aja, belum juga postingan ini selesai. Huaaaaaaah, lega lega lega. Bakalan gue beli dah khusus yg ini hahahaha

Sekarang, cuma pengen ngembangin imajinasi gue. Pengen nulis serangkai kata tentang senja, cerita senja, tentang kita (duileeeeeeeeeeh...). Tar deh nulis nya kalo udah dapet inspirasi yg bener bener iya, kalo sekarang mah belum :)))

Well, see ya guys at the next post! Salam senja.

2012/03/04

GURL IN DA DARK! :p







HOHOHOLIDAY

Desember,28th 2011 till January,7th 2012 in Kuching, Malay... Ga holiday sih sebenar nya, cuma jalan jalan aja kerumah sepupu. Sekalian liat rumah barunya. Pas gue kesana dianya lagi libur, libur kenaikan kelas. Jadi dia bisa nemenin jalan jalan mhehehe. Lo tau? Pas gua nyampe, dia libur udah dari sebulan yg lalu. Disana libur 2 bulan untuk libur kenaikan kelas, dan disini (pontianak) gue cuma ngerasain libur 1/3 dari liburnya dia, cuma 2 minggu. Cupu banget kan?..

Sebenarnya sekolah gue masuk tanggal 4 januari, tapi mama ngajakin bolos sekolah (ibu yang pengertian). Beliau juga sebenarnya masuk tanggal 2......

Liburan kali ini ngga seseru 3 tahun silam, waktu gue masih ingusan (sekarang juga msh). Itu pas jaman gue kelas 2 SMP. Tapi dulu itu, gue paling gak kenal kamera, gak pandai bergaya. Di setiap foto foto gue selalu dengan muka yang kayak abis di putusin pacarnya, hitam, keringetan, suramm.. So, ngga ada sisa liburan 3 tahun silam itu. Tapi liburan tahun ini juga kurang mengensankan. Cuma di ajak belanja, terus jalan tapi ngga pergi ketempat yang bikin "waw" kayak 3 tahun yg lalu itu. Oh iya tapi liburan ini cukup nambah wawasan hahaha. Kenapa? Karena gue sempat di ajak pergi ke undangan, acara pernikahan orang sana. Uumnya acara pernikahan disana itu hampir sama sama kita yg disini. Tapi disini ada yg berbeda..

Ketika itu, acara di adakan dirumah pengantin wanita. Pas pertama kali nyampe ke tempat undangan itu, ya sama kayak biasa. Kita salamin dulu orang orang yang berdiri depan tenda, semacam keluarga nya gitu lah. Terus kita ngga langsung makan, kita masuk kedalam rumah lebih dahulu. Waktu masuk, gue liat ke sekitar. Di dalam cuma ada kursi buat penganten. Gue membatin, kursi buat para tamu nya manaaaa???!!
Ternyata, tradisi disana memang seperti. Para tamu semuanya duduk dilantai, dan kita berhadapan dengan kursi kedua pengantin itu. Gue duduk, terus buat liat pengantin yang diatas, gue harus mendongakkan kepala. Tepat nya antara leher dan dagu itu terjadi sudut 90 derajat. Iya... 90 derajat untuk liat pengantin tersebut dari posisi duduk dilantai. Untuk liat mereka berfoto foto ria. Sambil berpelukan, sambil rangkulan.. Gue yg liatin dari bawah semacam anak yang udah cukup umur, yang pengen menikah, tapi gak pernah di izinin sama mamanya. Kasihan.

Setelah posesi liat liat pengantin dari bawah itu, kita lanjut ke posesi berikutnya. Gue kira kita bakal langsung makan, karena gue sengaja gak makan dari rumah supaya kenyang disini. Tapi disini, sebelum makan kita harus ngasiin amplop yg berisi duit itu dulu, baru kita boleh makan. Sungguh, ini ladang bisnis yg menjanjikan. Secara ngga langsung, dia buka semacam warung tempat makan lalu orang berdatangan membeli nya. Yayaya... sangat genius.

Yaaaaah, setelah kenyang kita naik lagi kea dalam rumah. Buat sesi pemotratan bareng penganten. Setelah itu pulang. Ehiyaa, nama tempat yang kita datangin ini namanya Lubuk Hantu. Gue kira kita bakal datang ke perkawinan pocong dan kuntilanak gitu, ternyata engga. Mereka sama seperti kita.

Lah.. ini kenapa gue cerita tentang pernikahan orang-_- perasaan gue cuma mau upload poto selama disana deh. Ya, gapapalah. Terlajur, nasi udah jadi bubur, aku udah jadi milik kamu, mau di apain lagi coba?

THIS!!






2012/02/17

BU!(25/1)

berat bebanku meninggalkanmu
separuh nafas jiwaku sirna
bukan salahmu apa dayaku
mungkin benar cinta sejati
tak berpihak pada kita
reff: kasihku sampai di sini kisah kita
jangan tangisi keadaannya
bukan karena kita berbeda
dengarkan, dengarkan lagu-lagu ini
melodi rintihan hati ini
kisah kita berakhir di januari
  selamat tinggal kisah sejatiku
  ooo pergilah

Glenn Fredly – Januari

2012/01/15

Taken

Taken.. Iya taken. Sekarang ada yg ga single lagi, iya.. gue HAHAHAH. Kemarin 11 Januari 2012 gue resmi jadi milik orang, tapi yaa tetep gue adalah punya orang tua gue dan seluruh fans fans gue :>

Seneng? Iyalah yg ngeliat momen momen itu aja cemen cemen pada envyyyy hahahah. Kenapa? Gimana ngga, dia nembak nya sweet banget, gak banget sih sweet aja tapi. Dia ini temen sekelas gue. Pas pelajaran kosong, waktu itu pelajaran bahasa Indonesia.Suatu kemerdekaan buat kami karena guru nya tidak ngajar, soalnya pak ibrahim lagi tes apa gituu pokok nya dia cuma minta doa sama kita, terus pak ibim itu orang nya baik loh, pengertian, ngasi tugas juga gak banyak, suka deh pokonya. Lah terus ini kenapa ngomongin pak ibim-_-
Oke lanjut, seseorang yg nembak gue pas pelajaran kosong (baca:dia) nyanyi di depan kelas terus pertama nya bilang... "aku bakal nyanyiin lagu buat seseorang, buat ita. Aku bakal nunjukin kalo aku bukan php". You know? Gue gondok seketika. Speechless bgt! Dia nyanyi di depan kelas tapi gue gak tau lagu apa dan gue cuma mangap lebih tepat nya mirip sama cewe bolot yg tiba tiba kena kutuk ibunya jadi batu. Diem.

Selesai nyanyi terus dia......................... .Lalu dia bilang................ .Terus gue nanya.............. .Terus dia bilang..................... .Terus dia nanya lagi................. .Terus gue jawab..................... .Terus jadian deh!! Mhihihi
Disisi lain, oleh kejahilan temen gue, momen tersebut di video-in. Di situ muka gue keliatan bego bgt, mau stay cool tapi malah lebih mirip sama orang yg nahan eek-_- yaaah gapapa lah, itu video buat di tunjukin sama anak kita nanti.........hahaha amin.

Hmfhfhfhfh yang pada akhir nya gue udah bisa move on, udah bisa buang yg lama, udah bisa hijrah dari masa kelam selama 9 bulan terakhir mheheh. Akhir.. gue berharap aja apa yg temen temen gue doain setelah momen itu terkabul. Love ya!

25 SEPTEMBER 2011

25 September yaaa 25 September is a great day muehuehueheu. Tau kenapa? Mau tau kenapa? Pasti mau banget kan? Haha yalaaah gue juga ga mau kalian maksa gue buat ngasi tau tapi ya gue bakal kasi tau B)
25 September 2011 yaaa tepat nya hari Minggu, tau? nenek nenek diare juga tau kalo liat kalender ._.
Oke, sekarang gue bukan mau bahas tentang nenek nenek diare atau suami nya yang pms atau tetangganya yg naik haji dan cucunya yang jadi artis.. tapi gue mau bahas tentang d'Masiv!! Yaaaa d'Masiv.. D'MASIV WOYY *sengaja dicaps biar gede* ... sedikit norak memang buat bahas ini disini tapi yaaa nama nya juga blog sampah, ini cuma bahan kenangan + tertawaan gue kalo udah gede nanti.. udah menikah... punya anak 5.....

Cerita kita mulai... oke, seminggu sebelum hari H (25/09) gue di kasih tau sepupu (namanya nadia tapi sebut saja dia "susan") kalo hari Minggu itu d'Masiv konser disini jadi bintang tamu di acaranya mild.. mild apayaaaa pokok nya gitu deh (iklan rokok giduuu) acaranya indoor di GOR Pangsuma jam 19.00, tiket nya cuma sepuluh rebeng itu seharga sebulan jajan gue....... (percaya atau ngga, gue juga ngga percaya). Yap, sepupu gue lah yg ngajakin nonton dan mesenin tiket nya.. tapi waktu itu masih ngambang, antara nonton apa engga, gue di gantung sama izin orang tua. Tapi adalah yang pada akhirnya mamapapa udah kasi izin dan gue seneng pake banget mueheuiheiahu. Hari udah maghrib~ Tapi (lagi) lo tauuuu???? Si susan PHP bangetttttttttttttttttttttttt.. dia ngebatalin janji janji kita, janji bersatu sampai mati *apa ini*.. dia dengan enteng dengan mudah dengan begitu aja bilang "sorry puh, gue gak jadi nnton konser..." lo tau jleb? lo tau rasanya di putusin.. kaya gini ini............... (bayangkan sendiri)
 Aseli.. gue nangis di pojokan kamar. Gak bisa bayangin atas batal nya pernikahan kami *apa pula* heeeh pokok nya nyesek ke batin yang amat sangat teramat dalam. Di tengah derai air mata gue, di tengah isak tangis gue, di tengah kegalauan gue, di tengah ingus yang keluar akibat tangisan ini.. ntah kenapa hati gue pengen sms Mitha, adek kelas gue. Pas gue sms buat ngajakin nonton konser D'masiv, ternyata dia mau..dan ternyata dia juga ngefans oh my.. jodoh emang ga kemana. Selama berteman gue baru tau dia juga suka D'masiv :p
Oke, singkat cerita gue langsung caw jemput mitha di rumahnya terus langsung ke GOR.
Sesampai di GOR, jam nunjukin pukul 7 pas, gue buru buru beli tiket dannn.....




Gue ikutan nyanyi, gue ikutan loncat loncat yg lebih mirip sama anak kera yg minta makan sama emak nya. Asliii, gue seneng banget hari itu. Thanks for mitha, thanks for sepupu gue, thanks buat bapa produser dan kerabat kerja yg bertugas(?) .. makasih banyak. I'll never forget this moment :"