2015/06/11

Sajakku Hari Ini

Dosakah aku;

Masih disini diam terpaku,
Bayangkan wajah yang jarang terlihat;
Lamunkan paras yg tak pernah teringat.

Salahkan diri;

Masih betah berdiri sendiri,
Mengingat suara yang jarang terdengar;
Dengungkan lafaz yang tak pernah tersiar.

Di sini hanya bisa memeluk bayangan;

Sebab jasadmu masih di dalam angan,
Di sini hanya bisa menatap semu;
Sebab kita belumlah bertemu.

Andai esok kau kan hadir;

Sembunyilah dahulu dibalik tabir,
Hingga tiba di suatu senja;
Indah namamu akan ku eja.

Sebab pabila saat ini kau kusentuh;

Sama halnya ku tikam di sekujur tubuh,
Dengan besi berpanaskan bara;
Yang sakitnya sungguh tiada tara.

Sebab pabila saat ini kau kupandang;

Sama saja kubiarkan semua menghilang,
Setiap ayat yang tlah teringat;
Setiap hafalan yang tlah terpahat.

Maka biarlah kupinta kau dalam diam;

Lafazkan namamu disetiap kelam,
Dalam hening sujud yang mendalam;
Di syahdunya sejuk udara sang malam.

Hingga kelak di jingga nanti;

Kan kurangkai serpihan hati,
Kala senja tlah keluar dari sangkar;
Izinkan kubuka tabir dengan sebuah ikrar.

Diamku adalah cara merawat;

Agar terhindar dari segala maksiat,
Diamku adalah cara merindu;
Agar dosa-dosa tak segera beradu.

Diamku adalah cara menjaga;

Sebab baginya terjanjikan surga,
Diamku adalah cara mencinta;
Sebab darinya ada Ridha Sang Pencipta.


Dikutip dari: tausiyahku.com

No comments:

Post a Comment